WHAT'S NEW


Inspirasi Gaya Hidup Sehat Fiesta White Tea

Pakai Buasana Sama Berturut-turut Saat Ngantor Tanda Tidak Profesional. Benarkah?

Tue, 08 Jan 2019 | Events

Profesionalisme dalam dunia kerja merupakan hal yang penting dan harus dijunjung tinggi oleh semua karyawan. Selain menghasilkan karya yang baik untuk perusahaan, (bagi yang tidak punya seragam khusus) mereka pun dituntut untuk mengenakan pakaian tepat saat pergi bekerja.

Menariknya, ada beberapa orang yang menganggap memakai pakaian yang sama untuk berangkat kerja ssecara berturut-turut, merupakan tanda tidak profesional. Hal ini disebabkan karena pakaian yang sama menandakan orang tersebut tidak bisa mengurus dirinya sendiri.

Benarkah demikian?

Bagi beberapa posisi, penampilan merupakan hal yang sangat penting, terutama mereka yang berkerja di posisi yang terus bersentuhan dengan pihak luar, terutama client. Contohnya bagian marketing, account executive dan lainnya.

Meskipun begitu, dilansir dalam bravotv.com, anggapan memakai pakaian yang sama untuk bekerja selama dua hari berturut-turut, atau lebih, tidak membuktikan orang tersebut tidak profesional. Anggapan mereka tidak bisa mengurus diri sendiri pun dianggap sangat berlebihan.

Justru sebaliknya, Amy Zinck, Wakil Presiden di Terra Foundation for American Art, Chicago, Amerika, menyebut jika dirinya berangkat ke kantor dengan memakai baju yang sama setiap hari, meskipun kantor tempatnya bekerja menerapkan peraturan no dress code.

Untuk pergi ke kantor, Amy kerap mengenakan celana panjang dan blazer hitam. Di lemari pakaiannya, dia mengaku hanya punya 6 pasang celana panjang dan blazer. Untuk mencegah kebosanan dalam berbusana, dia kerap menambahkan scarf yang berbeda pada setiap penampilannya.

Menurut Amy, memakai pakaian yang sama setiap hari justru akan menghemat otaknya. Dengan memakai pakaian yang sama, dia tidak perlu lagi memikirkan pakaian apa yang akan dikenakan, bagaimana padu padannya, dan aksesoris apa yang harus dia kenakan.

Dengan demikian, otaknya bisa digunakan untuk fokus kepada pekerjaaan, dan bagaimana caranya menghasilkan karya yang bisa dihargai dan membuat perusahaan mendapatkan banyak keuntungan.

Senada dengan Amy, Daniel Levitin, penulis buku The Organized Mind: Thinking Straight in the Age of Information Overload, menjelaskan jika kegiatan memilih baju untuk pergi ke kantor bisa membuat otak mengalami kelelahan sehingga menyebabkan menurunnya konsentrasi.

Bagaimana menurut Fiesta Lovers?