WHAT'S NEW


Inspirasi Gaya Hidup Sehat Fiesta White Tea

Mengapa Kita Menangis Saat Bahagia? Ternyata Ini Penyebabnya

Mon, 21 Jan 2019 | Events

Menangis karena putus cinta, merasa kesakitan akibat luka fisik, atau kondisi lainnya yang terkait dengan rasa sakit dan kesedihan, merupakan hal yang biasa. Tapi selain itu, ternyata kita pun kerap menangis saat merasa sangat bahagia dan merasa bangga.

Kenapa kita menangis saat merasa bahagia?

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, menjelaskan jika menangis sebenarnya bukan respons tubuh terkait rasa sakit atau kesedihan saja, melainkan respons tubuh untuk mengembalikan keseimbangan emosional seseorang (secara menyeluruh).

Respons ini biasanya dilakukan saat seseorang mengalami kondisi emosi yang sangat kuat, baik itu emosi negatif (terkait dengan rasa sakit dan sedih) ataupun emosi positif (terkait rasa bahagia dan bangga). Misal, saat moment pernikahan, merayakan kelulusan, dan lainnya.

Menurut Stephen Sideroff, pakar psikologi dari Universitas California Los Angeles, Amerika, menjelaskan ketika momen bahagia tersebut datang, tanpa sadar pertahanan kita akan dibiarkan jebol, hingga menyebabkan bagian terdalam hati kita akan tersentuh.

Saat tersentuh, seluruh emosi yang tertimbun di bagian terdalam hati kita akan terlepas. Makanya, setelah menangis umumnya kita akan merasa lega, dan emosi kita pun akan kembali ke titik seimbang.

Menariknya lagi, Stephen menjelaskan ada perbedaan mendasar antara tangis bahagia dan tangis kesedihan. Saat seseorang menangis karena mereka sedih, neurotransmitter dalam otak akan membuat kita merasa lebih baik, yang ditandakan dengan perasaan lega.

Tapi saat menangis karena bahagia, neurotransmitter yang sama justru bertindak sebagai booster yang menyebabkan tangisan tersebut tidak hanya membawa perasaan lega dan tenang, tapi juga meningkatkan rasa bahagia tersebut.

Sementara itu, penelitian yang diterbitkan dalam journal Evolutionary Psychology, tahun 2009, menyebut jika tangisan bahagia dan sedih bisa dialami siapa saja, baik pria, wanita, anak-anak, hingga dewasa.

Tapi anehnya, penelitian tersebut mengungkap jika kebanyakan orang justru akan berusaha menenangkan orang yang menangis bahagia (perlakukan yang sama saat kita menangis sedih), bukannya merayakan bersama tangisan bahagia tersebut.

Bagaimana menurut kamu Fiesta Lovers. Unik bukan?